Dulu kalau ada teman yang bertanya, “Hobimu apa?”, saya hampir selalu menjawab, “Hobi saya menulis.”
Saya suka menulis jurnal harian, cerita fiktif, sampai rangkuman dari buku-buku yang saya baca. Menulis bagi saya adalah cara untuk menuangkan apa yang ada di kepala, sekaligus mengingat kembali hal-hal yang saya pelajari.
Tapi ternyata, hobi bisa berubah.
Setelah bekerja di laundry, mengelola laundry, bahkan ikut beberapa kelas training laundry, ada satu pelajaran yang paling saya suka, yaitu menyetrika baju.
Awalnya saya pikir menyetrika itu ya tinggal menggerakkan setrika maju-mundur atau bolak-balik sampai bajunya terlihat rapi.
Ternyata tidak sesederhana itu. Ada polanya. Ada tekniknya. Ada bagian-bagian tertentu yang harus didahulukan supaya hasilnya rapi. Kalau ingin hasilnya seperti pakaian dari garmen, ternyata ada caranya. Ada ilmunya.
Mulai dari arah menyetrika, bagian pakaian mana yang harus disetrika terlebih dahulu, sampai cara melipat baju setelah selesai disetrika.
Saya bahkan belajar dari buku yang ditulis oleh seorang trainer. Tebalnya kurang lebih 105 halaman dan buku itu khusus membahas tentang menyetrika.
Dua hari penuh saya juga mengikuti training setrika dan lipat baju.
Dari situ, yang awalnya hanya menyetrika sebagai salah satu tuntutan pekerjaan mulai terasa berbeda. Saya mulai suka dan ketagihan menyetrika.
Ada kepuasan tersendiri ketika melihat baju yang awalnya kusut, kemudian menjadi rapi. Rasanya seperti menyelesaikan satu pekerjaan kecil dan hasilnya bisa langsung dilihat.
Yang lebih aneh lagi, ketika kondisi fisik sedang kurang stabil, misalnya kepala sedang pening, saya justru kadang mencari baju yang bisa disetrika.
Bukan karena ingin menambah pekerjaan.
Entah kenapa, menyetrika justru membuat saya merasa lebih tenang.
Mungkin karena gerakannya berulang. Mungkin karena ada hasil yang jelas. Atau mungkin karena saat menyetrika, saya hanya perlu fokus pada satu hal yakni bagaimana membuat baju yang kusut menjadi rapi.
Sampai sekarang, menyetrika baju masih menjadi kegiatan yang saya senangi.
Dan kalau sekarang ada yang bertanya kepada saya, “Hobimu apa?” Saya rasa saya tidak akan lagi menjawab menulis. Saya akan menjawab, “Setrika baju.”
Dulu saya belajar menyetrika karena tuntutan pekerjaan. Sekarang saya menyetrika karena saya suka.
Teman-teman juga bisa coba. Siapa tahu ternyata menyetrika bisa menjadi salah satu hobi dan kegiatan yang menyenangkan.