Postpartum Hair Loss

Saya pikir setelah melahirkan, tantangan terbesar saya adalah belajar mengurus bayi, kurang tidur, dan menyesuaikan diri dengan rutinitas baru sebagai seorang ibu. Ternyata, ada satu hal lagi yang cukup membuat saya panik, yaitu rambut rontok.

Bukan hanya beberapa helai rambut yang tertinggal di sisir. Rambut saya benar-benar rontok cukup parah. Setiap kali menyisir, rasanya seperti sedang menghitung berapa banyak rambut yang akan hilang. Sampai beberapa kali saya melihat rambut yang terkumpul di sisir dan berpikir, “Kalau terus begini, saya bisa botak nggak, ya?”

Sekitar tiga bulan setelah melahirkan, saya mulai menyadari bahwa rambut saya semakin banyak yang rontok. Awalnya saya tidak terlalu khawatir. Saya pikir mungkin ini hanya efek biasa setelah melahirkan dan nantinya akan berhenti sendiri.

Tapi ternyata, semakin hari, kerontokannya semakin terasa. Setelah keramas, banyak rambut yang ikut terbawa. Saat menyisir, rambut kembali memenuhi sisir. Bahkan saya mulai sering menemukan rambut di bantal, pakaian, lantai, dan kamar mandi.

Yang paling membuat saya khawatir adalah ketika melihat rambut sendiri setelah selesai menyisir.

“Kok sebanyak ini?”

Saya sampai mulai memperhatikan bagian depan rambut dan kulit kepala. Rasanya seperti rambut saya semakin tipis dari hari ke hari. Sampai akhirnya saya memutuskan untuk mengganti sampo karena mulai takut rambut saya semakin menipis. Saya memilih sampo yang memang ditujukan untuk rambut rontok. Harapannya tentu sederhana, semoga rambut saya tidak rontok sebanyak ini lagi.

Tapi setelah mencari tahu lebih banyak, saya baru memahami bahwa postpartum hair loss ternyata bukan hanya masalah sampo. Ada proses alami yang terjadi di dalam tubuh setelah kehamilan dan persalinan.

Selama hamil, perubahan hormon membuat lebih banyak rambut berada dalam fase pertumbuhan. Setelah melahirkan, kadar hormon tersebut kembali turun. Rambut yang sebelumnya bertahan dalam fase pertumbuhan kemudian masuk ke fase istirahat dan akhirnya rontok.

Itulah sebabnya rambut rontok justru bisa terasa cukup parah beberapa bulan setelah melahirkan.

Dan ternyata, kerontokan yang saya alami sekitar tiga bulan setelah melahirkan memang masih termasuk waktu yang umum terjadi pada postpartum hair loss.

Apakah karena menyusui?

Ini juga salah satu pertanyaan yang muncul di kepala saya. Bayi saya termasuk cukup kuat menyusu. Jadi saya sempat berpikir, apakah menyusui membuat rambut saya rontok separah ini?

Setelah mencari tahu, ternyata menyusui bukan penyebab langsung rambut rontok setelah melahirkan. Kerontokan lebih berkaitan dengan perubahan hormon setelah kehamilan.

Namun, menyusui tetap membuat tubuh ibu bekerja lebih keras. Tubuh harus memproduksi ASI sekaligus memenuhi kebutuhan nutrisi untuk dirinya sendiri. Dan saya mendapat cerita lain dari dokter tentang pentingnya memperhatikan asupan nutrisi selama menyusui.

Kata dokter, jangan lupa dengan tubuh sendiri

Saat berkonsultasi dengan dokter, saya juga diingatkan mengenai pentingnya nutrisi selama menyusui, termasuk kalsium. Dokter saya menjelaskan bahwa ketika menyusui, tubuh ibu membutuhkan nutrisi yang cukup untuk mendukung produksi ASI sekaligus menjaga kondisi tubuh ibu sendiri.

Saat menjelaskan kondisi saya, dokter juga sempat menggambarkan bahwa ketika bayi menyusu dengan kuat, tubuh ibu terasa seperti bekerja dua kali lipat. Selama menyusui, sebagian kalsium memang dapat dimobilisasi dari tulang ibu untuk memenuhi kebutuhan kalsium dalam produksi ASI. Penurunan kepadatan tulang ini umumnya bersifat sementara dan biasanya dapat pulih setelah masa menyusui berakhir.

Selama ini saya terlalu fokus memastikan bayi mendapatkan ASI yang cukup, sampai lupa memastikan bahwa saya sendiri juga perlu mendapatkan makanan dan nutrisi yang cukup.

Ternyata tubuh saya sedang beradaptasi. Setelah mengetahui lebih banyak tentang postpartum hair loss, saya mulai melihat kerontokan rambut ini dengan sedikit berbeda. Bukan berarti saya langsung santai setiap kali melihat rambut berguguran. Tetap saja, melihat rambut sebanyak itu di sisir rasanya bikin panik.

Tapi sekarang saya mulai memahami bahwa tubuh saya baru saja melewati banyak hal. Kehamilan, persalinan, proses pemulihan, kurang tidur, dan sekarang masih harus memproduksi ASI setiap hari. Mungkin tubuh saya memang sedang beradaptasi.

Apakah rambut akan tumbuh kembali?

Ini adalah pertanyaan yang paling sering muncul di kepala saya ketika melihat rambut semakin banyak rontok.

Kabar baiknya, postpartum hair loss pada umumnya bersifat sementara. Jadi, untuk sekarang saya mencoba mengingatkan diri sendiri, “Ini mungkin hanya fase. Rambut saya belum tentu benar-benar habis.”

Sambil menunggu rambut-rambut baru tumbuh kembali, saya akan tetap mencoba merawat diri sebaik mungkin. Karena ternyata, setelah menjadi ibu, merawat diri sendiri juga merupakan bagian dari merawat anak.

Sampai jumpa di Ratu Ika’s Journey selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *