Tidak pernah terpikir sebelumnya bahwa ketika usia Dede El baru menginjak 2,5 bulan, saat ia mulai aktif mengoceh (babbling), tersenyum lebih sering, dan lincah menggerakkan tangan serta kakinya, kami harus menjalani hubungan jarak jauh (LDR).
Hari Rabu kemarin menjadi salah satu hari yang paling berat bagi saya sebagai seorang ibu. Saya harus mengantar Dede El ke Indramayu untuk tinggal sementara bersama neneknya. Keputusan ini tentu bukan karena keinginan kami, tetapi karena keadaan yang mengharuskan.
Saya dan suami bekerja di Bekasi, sementara saat ini belum ada yang bisa membantu menjaga Dede El. Di sisi lain, nenek harus berada di Indramayu karena harus menemani buyut Dede El yang sudah lanjut usia dan kondisi kesehatannya juga menurun. Setelah berdiskusi bersama keluarga, akhirnya kami memutuskan untuk sementara Dede El ikut nenek di Indramayu.
Perjalanan pulang ke Bekasi terasa begitu berbeda. Biasanya ada tangisan kecil, suara napas yang menemani, atau sekadar melihat wajah mungilnya di samping saya. Kini rumah terasa lebih sunyi.
Di balik rasa sedih itu, saya bersyukur karena telah diberikan kemudahan melalui stok ASIP beku yang sudah saya persiapkan sejak beberapa waktu lalu. Alhamdulillah, stok yang tersimpan masih cukup untuk sekitar ± 2 minggu ke depan. Setiap kantong ASIP yang saya pompa dan simpan ternyata menjadi bekal yang sangat berarti untuk Dede El selama kami berjauhan.
Kini perjuangan saya bertambah. Bukan hanya menjaga produksi ASIP agar tetap lancar, tetapi juga memastikan stok ASIP beku bisa terus dikirim ke Indramayu. Saya ingin Dede El tetap mendapatkan ASI eksklusif meskipun kami tidak berada di kota yang sama.
Semoga produksi ASIP tetap lancar dan saya diberikan kesehatan serta kekuatan untuk menjalani semuanya. Harapan saya sederhana. Semoga setidaknya setiap satu minggu sekali saya bisa pulang ke Indramayu untuk memeluk Dede El, melihat senyumnya, dan menghabiskan waktu bersamanya. Walaupun hanya sebentar, semoga itu cukup untuk mengobati rindu seorang ibu.
LDR ini mungkin hanya sementara. Namun saya percaya, setiap pengorbanan yang dilakukan orang tua demi anaknya akan menjadi cerita yang suatu hari nanti bisa dikenang. Untuk sekarang, saya hanya ingin terus berusaha menjadi ibu yang kuat, menjaga amanah kecil kami, dan selalu percaya bahwa jarak tidak akan pernah mengurangi rasa sayang.
Sampai jumpa di Ratu.Ika’s Journey selanjutnya.