Katanya ibu menyusui tidak boleh minum kopi karena ASI akan “berasa kopi” dan bayinya jadi susah tidur. Iya benar sekali, jika langsung minum 5 gelas sehari ya, Busui. Hehee. Bukan cuma si kecil yang bisa terkena efek kafein, ibunya pun mungkin jadi kuat begadang sampai 2 hari.
Menurut dokter Sp.OG yang mendampingi saya selama masa kehamilan hingga persalinan, tidak ada makanan atau minuman yang benar-benar menjadi pantangan bagi ibu menyusui. Termasuk kopi. Selama dikonsumsi dalam batas yang wajar, kopi masih aman dinikmati. Anjuran yang saya terima dan batas yang banyak direkomendasikan untuk ibu menyusui sekitar 200 mg per hari, atau kurang lebih setara dengan 1 cangkir kopi ukuran sedang.
Mendengar penjelasan itu tentu membuat saya lega. Apalagi saya memang penikmat kopi.
Setelah kembali bekerja usai cuti melahirkan, salah satu rutinitas kecil yang paling saya rindukan adalah menikmati segelas Kopi Kenangan dengan es batu yang banyak. Rasanya lebih segar, lebih nikmat, dan seperti teman yang pas untuk menemani hari di kantor.
Ada satu hal yang mungkin terdengar sepele, tetapi justru paling membuat saya tersenyum yakni bunyi “srup…” dari sedotan setiap kali menyeruput kopi. ASMR sederhana itu terasa begitu menenangkan. Seolah menjadi penanda bahwa saya benar-benar sudah kembali ke rutinitas yang sempat berhenti cukup lama.
Setelah menjadi seorang ibu dan menjalani cuti melahirkan, saya menyadari bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari hal-hal besar. Kadang, kebahagiaan hadir dari segelas kopi favorit, es batu yang masih beradu di dalam gelas, suara sedotan yang begitu khas, dan beberapa menit untuk menikmati semuanya sebelum kembali menyelesaikan pekerjaan.
Momen-momen sederhana seperti itu mengingatkan saya untuk berhenti sejenak, menikmati hari, dan bersyukur atas setiap langkah yang telah dilewati. Semoga setiap harinya selalu ada momen-momen kecil yang bisa dinikmati dan disyukuri.
Sampai jumpa di Ratu.Ika’s Journey selanjutnya.