Ada kalanya seharian bekerja membuat kita terlalu serius. Deadline yang harus dikejar, pekerjaan yang belum selesai, email yang harus dibalas, dan berbagai hal lain yang membuat hari terasa berjalan begitu cepat. Tanpa disadari, interaksi dengan rekan kerja pun sering kali hanya sebatas membicarakan pekerjaan.
Hari ini saya dan rekan kerja ngobrol santai di Waroeng Cak Jo. Bukan acara kantor yang formal. Tidak ada agenda khusus. Hanya duduk bersama, memesan makanan, kemudian ngobrol ke sana kemari. Dan ternyata, dari obrolan yang terlihat sederhana seperti itu, ada banyak hal yang bisa dipelajari.
Belajar dari yang Lebih Muda Bukan Berarti Kita Menjadi Lebih Rendah
Usia tidak selalu menentukan siapa yang paling banyak tahu.
Dalam lingkungan kerja, kita bisa saja memiliki pengalaman lebih lama. Kita mungkin sudah lebih dulu melewati berbagai situasi dan menghadapi banyak persoalan. Namun, bukan berarti kita tidak bisa belajar dari mereka yang lebih muda.
Justru terkadang, mereka memiliki cara pandang yang berbeda.
Cara melihat pekerjaan bisa berbeda. Cara menggunakan teknologi bisa berbeda. Cara berkomunikasi, menyelesaikan masalah, bahkan cara melihat sesuatu yang selama ini kita anggap biasa saja juga bisa berbeda.
Dan menurut saya, di situlah menariknya bekerja bersama orang-orang dari generasi yang berbeda.
Kita tidak harus selalu menjadi orang yang mengajari. Sesekali, kita juga perlu menjadi orang yang mau belajar.
Belajar dari yang lebih muda tidak membuat pengalaman kita menjadi tidak berarti. Sebaliknya, pengalaman yang kita punya bisa bertemu dengan perspektif baru yang mereka bawa. Dari situ, kita sama-sama berkembang.
Obrolan Santai Ternyata Bisa Membuka Banyak Perspektif
Menariknya, pelajaran seperti itu tidak selalu muncul dalam rapat atau diskusi formal. Kadang justru muncul ketika sedang makan.
Ketika suasana lebih santai, pembicaraan tidak lagi terasa seperti diskusi pekerjaan. Bisa berpindah dari pekerjaan, pengalaman sehari-hari, cerita lucu, sampai hal-hal kecil yang sebelumnya tidak pernah terpikir untuk dibicarakan.
Ada canda yang membuat tertawa. Ada cerita yang membuat kita berpikir. Ada juga pendapat yang awalnya terdengar berbeda, tetapi setelah didengarkan ternyata masuk akal.
Mungkin karena ketika tidak sedang berada dalam suasana formal, kita menjadi lebih mudah untuk mendengarkan tanpa merasa harus selalu memberikan jawaban.
Di tengah rutinitas pekerjaan, saya rasa kita juga perlu mengingat bahwa kita adalah manusia. Kita boleh serius ketika memang harus serius. Tetapi kita juga boleh bercanda. Boleh tertawa karena hal-hal receh. Boleh membicarakan sesuatu yang tidak berhubungan dengan pekerjaan. Bahkan boleh menghabiskan waktu hanya untuk menikmati makanan dan minuman tanpa membahas target atau pekerjaan berikutnya.
Justru momen-momen seperti ini yang kadang membuat hubungan antarrekan kerja terasa lebih dekat.
Bukan berarti pekerjaan menjadi tidak profesional. Sebaliknya, ketika kita sudah lebih mengenal satu sama lain, komunikasi dalam pekerjaan bisa terasa lebih nyaman. Kita menjadi lebih mudah memahami karakter, cara berpikir, dan cara berkomunikasi masing-masing.
Dan tentu saja, makanan membuat suasana semakin menyenangkan. Namanya juga ngobrol sambil makan. Hehehe.
Di meja, ada berbagai makanan yang bisa dibagi dan dicoba bersama. Waroeng Cak Jo sendiri menawarkan cukup banyak pilihan. Salah satu favorit kami, yakni dimsum goreng keju dan basreng bojot, serta roti bakar cokelat keju.
Tetapi sebenarnya, bukan soal makanan apa yang dipesan. Yang lebih penting adalah siapa yang duduk bersama kita di meja itu.
Makanan hanya menjadi pelengkap. Yang membuat momen tersebut berkesan adalah obrolannya. Tawanya. Cerita-cerita kecil yang mungkin besok sudah terlupakan, tetapi hari ini berhasil membuat kita sedikit lebih ringan menjalani rutinitas.
Kadang, Kita Hanya Perlu Berhenti Sebentar
Pekerjaan akan selalu ada. Besok mungkin ada tugas baru. Ada email baru. Ada masalah baru yang perlu diselesaikan.
Karena itu, tidak ada salahnya mengambil sedikit waktu untuk berhenti. Duduk bersama rekan kerja. Makan sesuatu yang enak. Bercanda. Mendengarkan cerita. Dan mungkin, tanpa kita sadari, mendapatkan satu atau dua pelajaran baru dari orang yang sebelumnya tidak pernah kita kira akan mengajari kita sesuatu.
Belajar tidak selalu harus berada di ruang rapat. Kadang, pelajaran datang dari percakapan sederhana di meja makan. Dan belajar dari yang lebih muda tidak membuat kita jatuh. Justru mungkin, itu yang membuat kita tetap tumbuh.
Sebab semakin lama bekerja, semakin saya merasa bahwa pengalaman bukan alasan untuk berhenti belajar. Kita tetap bisa menjadi orang yang berpengalaman sekaligus menjadi orang yang mau belajar.
Dan sesekali, tidak apa-apa belajar sambil bercanda, ditemani makanan enak.
Waroeng Cak Jo menjadi salah satu tempat yang cocok untuk menikmati momen sederhana seperti ini. Bukan hanya untuk makan, tetapi juga untuk duduk santai, mengobrol, bercanda, dan berbagi cerita bersama rekan kerja. Karena terkadang, dari obrolan sederhana sambil menikmati makanan, kita justru menemukan hal-hal baru yang bisa dipelajari.