Saya pernah berada di fase ketika merasa ingin berkembang, tetapi tidak benar-benar tahu harus mulai dari mana.
Ada banyak hal yang ingin dipelajari. Ingin meningkatkan kemampuan kerja, belajar hal baru, memperbaiki cara berkomunikasi, lebih disiplin, sekaligus punya waktu untuk diri sendiri. Masalahnya, ketika semuanya ingin dilakukan sekaligus, akhirnya tidak ada yang benar-benar berjalan dengan konsisten.
Dari situ, saya mulai melihat pentingnya memiliki personal development program atau program pengembangan diri.
Bagi saya, personal development bukan tentang memaksa diri menjadi seseorang yang berbeda. Lebih dari itu, personal development membantu proses untuk memahami diri sendiri, mengetahui hal yang ingin diperbaiki, kemudian membuat langkah kecil yang bisa dilakukan secara konsisten.
Personal development program yakni sebuah rencana yang dibuat untuk membantu seseorang mengembangkan kemampuan, kebiasaan, pola pikir, dan kualitas dirinya secara terarah.
Program ini bisa berbeda untuk setiap orang. Ada yang ingin fokus pada pengembangan karier, meningkatkan kemampuan komunikasi, belajar bahasa asing, membangun kemampuan leadership, mengatur keuangan, atau sekadar membangun kebiasaan hidup yang lebih baik.
Saya sendiri melihat personal development sebagai bentuk investasi untuk diri sendiri. Jika pekerjaan memiliki target dan evaluasi, mengapa pengembangan diri tidak dibuat dengan cara yang sama?
Dengan memiliki program yang lebih terstruktur, saya bisa mengetahui:
- Apa yang ingin saya tingkatkan?
- Mengapa hal tersebut penting?
- Apa yang harus saya lakukan?
- Berapa lama saya ingin mencapainya?
- Bagaimana saya mengetahui bahwa saya sudah berkembang?
- Mengapa Saya Membutuhkan Personal Development Plan?
Salah satu kesalahan yang sering saya lakukan adalah membuat target yang terlalu umum.
Misalnya: “Saya ingin lebih produktif.”
Masalahnya, produktif itu seperti apa?
Apakah berarti menyelesaikan lebih banyak pekerjaan? Mengurangi pekerjaan yang tertunda? Bisa menyelesaikan pekerjaan tanpa lembur? Atau memiliki lebih banyak waktu untuk hal lain?
Karena itu, saya mulai mencoba membuat personal development plan yang lebih spesifik. Daripada hanya mengatakan ingin lebih produktif, saya bisa membuat target seperti membiasakan diri membuat prioritas pekerjaan setiap pagi dan melakukan evaluasi singkat di akhir hari.
Target seperti ini lebih mudah dilakukan dan dievaluasi. Saya juga mulai memahami tentang pengembangan diri tidak selalu harus memiliki target yang besar. Justru perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten sering kali lebih realistis.
Menentukan Area yang Ingin Dikembangkan
Langkah pertama dalam membuat personal development program yakni menentukan area yang ingin dikembangkan.
Tidak perlu memilih terlalu banyak. Saya lebih memilih beberapa area yang memang relevan dengan kondisi saat ini.
1. Professional Skill
Dunia kerja terus berubah. Skill yang kita miliki hari ini belum tentu cukup untuk beberapa tahun ke depan. Karena itu, saya mencoba melihat kemampuan apa yang perlu ditingkatkan agar pekerjaan bisa dilakukan dengan lebih baik.
Bentuknya bisa berupa mengikuti training, membaca buku, mengikuti kursus online, atau belajar langsung dari pekerjaan sehari-hari.
2. Communication
Kemampuan berkomunikasi menjadi salah satu hal yang menurut saya penting, baik dalam pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari.
Bukan hanya tentang berbicara, tetapi juga tentang bagaimana menyampaikan ide, mendengarkan orang lain, menulis dengan jelas, dan menyampaikan sesuatu tanpa menimbulkan kesalahpahaman.
3. Time Management
Saya juga menyadari bahwa memiliki banyak pekerjaan bukan berarti harus selalu sibuk.
Salah satu bagian dari personal development yang ingin saya bangun utamanya yakni kemampuan menentukan prioritas. Tidak semua hal harus dikerjakan sekaligus.
Saya mulai belajar membedakan mana yang penting, mana yang mendesak, dan mana yang sebenarnya bisa ditunda.
4. Learning New Skills
Belajar sesuatu yang baru juga menjadi bagian dari pengembangan diri.
Tidak harus selalu sesuatu yang berhubungan langsung dengan pekerjaan. Belajar bahasa, teknologi, menulis, desain, atau kemampuan lainnya dapat membuka perspektif baru.
Membuat Target yang Bisa Diukur
Setelah menentukan area pengembangan, langkah berikutnya adalah membuat target.
Saya mencoba menghindari target yang terlalu abstrak.
Misalnya, targetnya ingin meningkatkan kemampuan bahasa Inggris. Kemudian, saya ubah menjadi target yang lebih spesifik: saya akan belajar bahasa Inggris minimal 20 menit setiap hari selama tiga bulan.
Dengan begitu, saya memiliki sesuatu yang bisa diukur.
Hal lain yang dapat saya pelajari yaitu konsistensi lebih penting daripada kesempurnaan. Ada hari ketika saya bisa menjalankan semua rencana dengan baik. Ada juga hari ketika pekerjaan lebih padat dan rencana yang sudah dibuat tidak berjalan.
Dulu, ketika satu kebiasaan terlewat, saya cenderung merasa gagal dan akhirnya berhenti.
Sekarang, saya mencoba melihatnya secara berbeda. Satu hari yang tidak produktif bukan berarti seluruh program gagal. Yang lebih penting lagi yakni kembali melanjutkan pada hari berikutnya.
Menurut saya, personal development juga merupakan perjalanan jangka panjang, bukan tantangan 30 hari yang harus menghasilkan perubahan instan.
Melakukan Evaluasi Secara Berkala
Program pengembangan diri juga perlu dievaluasi. Saya bisa melakukan evaluasi setiap bulan dengan beberapa pertanyaan sederhana:
- Apa yang sudah saya lakukan?
- Apa yang berhasil?
- Apa yang belum berhasil?
- Apa yang membuat saya kesulitan?
- Apakah target ini masih relevan?
- Apa yang perlu saya ubah?
Evaluasi seperti ini membantu saya melihat perkembangan yang terkadang tidak terasa dalam keseharian.
Perubahan diri sering kali berjalan perlahan. Kita mungkin tidak merasa mengalami perubahan setiap hari, tetapi ketika melihat kembali beberapa bulan sebelumnya, ternyata ada banyak hal yang sudah berbeda.
Personal Development Sebagai Investasi Jangka Panjang
Bagi saya, personal development bukan sekadar mengikuti tren self-improvement. Ada kalanya kita memang perlu bertanya kepada diri sendiri, “Saya sebenarnya ingin berkembang ke arah mana?”
Pertanyaan tersebut sederhana, tetapi jawabannya bisa membantu menentukan banyak keputusan.
Skill apa yang perlu dipelajari? Kebiasaan apa yang perlu dibangun? Hal apa yang perlu dikurangi? Bahkan mungkin, hal apa yang selama ini sebenarnya tidak perlu kita kejar?
Saya juga menyadari pengembangan diri tidak selalu berarti menambahkan lebih banyak hal ke dalam hidup.
Kadang-kadang, berkembang berarti belajar mengatakan tidak. Belajar beristirahat. Belajar menentukan batasan. Belajar menerima bahwa tidak semua hal harus sempurna. Dan belajar menghargai progress kecil yang sudah berhasil dilakukan.
Saya masih dalam proses menjalankan personal development program ini. Belum semuanya berjalan sesuai rencana dan mungkin akan selalu ada hal yang perlu diperbaiki.
Namun, setidaknya sekarang saya memiliki arah yang lebih jelas dibandingkan sekadar mengatakan, “Saya ingin menjadi lebih baik.”
Bagi saya, pengembangan diri bukan tentang menjadi versi terbaik dalam waktu singkat. Pengembangan diri adalah tentang menjadi sedikit lebih baik dari diri kita yang sebelumnya.
Satu skill baru. Satu kebiasaan baik. Satu keputusan yang lebih bijak. Satu langkah kecil setiap hari.
Mungkin perubahan tersebut terlihat sederhana, tetapi jika dilakukan secara konsisten, hasilnya akan terasa dalam jangka panjang.