Teman Baru di Rumah

Ada kalanya rumah terasa begitu sunyi. Rutinitas yang hampir sama setiap hari perlahan menghadirkan rasa bosan dan kesepian.

Dulu, saya memiliki “teman berbulu” yang selalu menghidupkan suasana rumah, yaitu Aiko, kucing Persian kesayangan saya. Memberi makan, mengajak bermain, hingga sekadar melihat tingkah lucunya menjadi bagian dari keseharian yang selalu saya nantikan. Namun, saat ini Aiko sedang dirawat oleh adik saya. Saya tentu senang Aiko berada di tangan yang tepat, tetapi saya tidak bisa memungkiri bahwa saya merindukan kehadirannya.

Suatu hari, ketika berjalan-jalan di Grand Metropolitan (GM) Bekasi, saya melihat deretan tanaman hias berukuran kecil yang dipajang dengan rapi. Awalnya perhatian saya tertuju pada kaktus-kaktus berwarna yang tampak unik dan menarik. Namun, setelah melihat-lihat lebih lama, saya justru memilih membawa pulang tanaman kecil yang banyak orang sebut sebagai kaktus. Setelah mencari tahu, ternyata tanaman ini bukan kaktus, melainkan sukulen (succulent), yaitu tanaman hias mungil yang memiliki kemampuan menyimpan air di daun atau batangnya.

Sesampainya di rumah, saya meletakkannya di sudut rak kayu dekat dinding. Meskipun ukurannya tidak besar, kehadirannya memberikan suasana yang berbeda. Setiap kali melewatinya, saya menyempatkan diri untuk melihat kondisi daunnya, memastikan media tanamnya tidak terlalu kering, dan menikmati warna hijaunya yang menenangkan.

Lucunya, suami saya sering menggoda saya. Kalau saya terlalu lama tidak menyiram tanaman, beliau akan berkomentar, “Nanti mati tanamannya.” Kalimat sederhana itu justru menjadi pengingat agar saya lebih rutin merawat tanaman kecil ini. Walaupun baru satu tanaman, rasanya sudah cukup membuat sudut rumah terasa lebih hidup. Hehehe.

Saya baru menyadari bahwa merawat tanaman bukan hanya tentang menyiram atau memberi pupuk. Ada rasa tenang saat melihatnya tumbuh, dan ada kepuasan kecil ketika berhasil merawat sesuatu dengan baik. Tanaman kecil ini seolah mengingatkan saya untuk lebih sabar, lebih memperhatikan hal-hal sederhana, dan lebih menikmati proses.

Ternyata, satu tanaman kecil di dalam pot sudah cukup menghadirkan sedikit kehidupan, sedikit warna, dan sedikit kebahagiaan di sudut rumah.

Semoga tanaman kecil ini bisa tumbuh sehat dan menemani hari-hari saya di rumah. Siapa tahu, nanti koleksinya juga akan bertambah.

Sampai jumpa di Ratu Ika’s Journey selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *